Senin, 09 April 2012

Setahun sudah....

Ini hari ke 365
Umbu Rei  Mahanta, hari ini, 10 April 2012 tepat setahun kau pergi dariku… tak terasa waktu berlalu begitu cepat…
Rei, itulah nama yang akan selalu kuingat sampai kapanpun , meskipun dengan cara yang sederhana, aku akan selalu mencintaimu denga caraku, tak peduli apa kata orang, karena aku mencintaimu tulus dari hatiku..
Rei, mungkin kamu tidak akan bisa mengerti apa yang aku katakana, apa yang aku tuliskan dan tidak mengerti dengan segala emosi dan perasaanku, tapi aku yakin, dirimu pasti paham dengan cinta yang aku berikan untukmu… akupun mengerti dirimu meskipun kamu tidak bicara, dan tidak sama denganku..
Rei, dengan tulisan ini, aku berharap, semoga ada seseorang di dunia absurd ini yang membaca sedikit kisah ini dan membuatmu pulang kerumah… meskipun  besar tidak ada harapan, tapi masih ada sedikit semburat  keyakinan bahwa kamu akan pulang, tidak apa-apa kan beharap? Bermimpi? Karena itu semua gratis…
Rei, mungkin hanya kamulah yang paling kuingat selama hidupku. Aku hafal semua tingkahmu, kebiasaanmu bahkan warna rambutmu… aku tau kalau kama tidak suka minum obat dan akan berpura-pura mengeluarkan busa dari mulutmu agar obatnya tidak tertelan… aku juga tau kalau kamu takut dengan hair dryer, sehingga aku harus membiarkanmu basah kuyup bila habis mandi.. aku juga tau kalau kamu tidak suka dipotong kuku dan suka tidur di kamar mandi…. Aku tau semua tentangmu…
Kini aku merindukan sosok yang suka menemaniku tidur tapi tidak megobrak abrik isi lemariku, aku merindukan sosok yang lembut menempel di wajahku tiap subuh, aku rindu semua tentangmu…
Rei, aku selalu berharap bisa bertemu lagi denganmu, jika Tuhan mengijinkan, akan kulakukan apapun agar kamu bisa kembali lagi kerumah… tapi apabila tidak, maka aku memohon pada Tuhan agar bisa mempertemukan kita kembali di surga…

I love you Rei…

Umbu Rei Mahanta
White Cream
Male
18 August 2010















Kamis, 20 Oktober 2011

Link File surat UTKHP 2011

Hola! file format surat keterangan UTKHP 2011 dapat kamu download dengan Pejet Kene :P

Sabtu, 10 September 2011

KKN : Publisitas Motor Hani



Yoh, emang sedikit nggak nyambung dengan tulisan yang sebelumnya, mumpung juga idenya belum basi dan masih menggebu hasrat buat nulisnya, hajar bleh!

 kali ini saya emang beneran mau cerita mengenai motor salah seorang teman KKN saya yang namanya saya samarkan menjadi Hanifah Kurniati (lho?) mahasiswi Psikologi 2008. termasuk jarang juga kalo mau nyeritain motor kayak begini, meskipun buat kalian akan terasa *krik-krik tapi buat saya ini adalah hal yang koplaks….
Si Hani (kita manggilnya O, Honey)
Dia punya motor vega, motor bebek biasa, tapi punya kisah yang luar biasa. Gimana nggak luar biasa? Itu motor melanglang buana kemana-mana dan jadi motor sewaan anak2 poondokan terutama Amnan sama Bang Azhar. Tanya deh sama itu motor apa aja yang pernah dia alamin, mulai jatoh sampe lampunya pecah waktu dipake bang azhar, nyasar tengah malem di tepus gara-gara nyari warnet (sama bang azhar juga), dan bebannya juga nggak ringan, karena muatannya sering melebihi berat 3 karung beras 50 kilo (karena penumpangnya Amnan + Bang Azhar) yang saya yakin kalian bakalan mbleneg kalo ngbayangain ukuran dua manusia itu… :P
Status motor yang jarang ada di pondokan juga bikin hani heran ternyatta karena tiap dua hari pasti dipake buat turun ke jogja atau apalah yang membuatnya tidak berada di rumah… hal ini yang paling menginspirasi saya buat menpublish mengenai motor hani. Nggak seru memang, paling tidak ada sebuah bekas berupa catatan yang akan membuat saya tetap ingat.

End

Oh iya, atas kesaksian sodari Dewi, kuncinya nggak pernah sama Hani… 





Minggu, 28 Agustus 2011

KKN : Sayonara jogja!!


Sayonara jogja!!
Wednesday, August 24, 2011
12:53 PM
Masih ingat banget waktu itu pemberngkatan tim kkn tanggal 2 juli 2011. gilak apa??? Kita operasional tanggal 4 juli,  ngapain berangkat gasik-gasik??? Bayangan saya, wong yo gur KKN ning tepus ngono yo… ngopo jajal mangkat yahmono gasik?? Kalo saya KKN nya di luar Jawa mungkin masih bisa dimaklumi yak… tapi ini Cuma di tepus mamen…
Yoh, so what lah, nggak apa-apa, karena toh saya juga baru di kelompok ini, ujug2 mak jegagik wes duwe kelompok KKN. Padahal dulu susah nyyari kelompok KKN, dapet yang kelompok untuk KKN ke Wae Sano, tapi malah terbentur dengan kendala biaya, mahal soalnya, masa tiap anggota harus bayar +- 3 jeti buat operasional program...
Paling nggak, saya punya beberapa alasan kuat untuk meninggalkan kelompok yang sebelumnya, yaitu adanya tawaran KKN sekaligus project building dari Lab Potong, proyek Pak Gede untuk pembangunan Village breeding center di Kecamatan Panggang, Gunungkidul juga… dan ternyuataaa… Aulia Ahmadi juga mau ngambil tema KKN yang serupa tapi yang ada di kecamatan Tepus…

Dan ternyata…

Tema yang kita pilih, kagak masuk semua karena tidak memenuhi kuota minimal peserta KKN, alhasil, kita ditempatin sama LPPM di unit ini… T.T okelah… setidaknya saya tidak perlu lagi ikut2an rapat yang nggak jelas untuk membahas rencana program…

pemberangkatan KKN, transit di Fapet UGM
Lupakan soal kisah pahit mengenai pencarian tema dulu itu, lanjut cerita mengenai pemberangkatan!

Trus, kitorang berangkat dari kampus fapet jam 7, saya masih inget banget tuh karena barengan dengan rapat penentuan asisten baru lab potong… ya wis, rapate ditinggal caw ke tepus… pas pemberangkatan, angkutan berupa logisttik dan barang2 dinaikin ke pickup, manusianya naik motor…
Entah ada firasat apa, di jalan wonosari KM sekian ada kecelakaan lalin yan gmenelan dua korban.. Dengan mata kepala saya sendiri  nih, saya ngeliat korbanyya meninggal dengan darah mengalir di jalanan, oh shit man…! Hal   ini yang paling membuat saya trauma sampai sekarang dan bikin paranoid kalo lewat jalan wonosari… ya alloh…
*kalo mao tau kisah detilnya, boleh nanya ke temen saya yang namanya aulia ahmadi!

Tapi yang penting  sampai pondokan dengan selamet deh, meskipun sepanjag jalan dengkul berasa lemes minta ampun… *_*



Sabtu, 27 Agustus 2011

KKN : beginning

8/24/2011, 12:27 PM
Puleireng, Sidoharjo, Gunungkidul

upacara 17 agustus di lapangan Bintaos
Yay, sangat telat memang, baru bikin one note setelah penarikan KKN, tinggal besok, pulang sudah… seharusnya saya lebih bisa memanage dari awal hal apa apa yang mesti saya lakukan saat waktu2 kemarin.. Alhasil, banyak kerjaan yang saya merasa kurang terstruktur dengan jelas, timeline yang acakadut dan rincian biaya yang mbuh semrawut… yo, mungkin salah satu halnya karena saya ini kurang gemar menulis… asal tau saja, kemampuan saya menulis hanya keluar disaat saat pamungkas, bagaimana tidak? Di pondokan saja sampai dijuluki Dateliners oleh teman satu pondokan.. Karena, selalu mengerjakan sesuatu mepet waktu, baru  inspirasinya meledaak, duaar!

Yoiii, lihatlah foto disamping.. Foto itu adalah foto tim KKN unit 94 Desa Sidoharjo Kec Tepus Gunungkidul. Foto diambil saat setelah selesai mengikuti upacara 17 agustus di lapangan Bintaos, Kecamata Tepus. Yang pake baju putih camat tepus, yang notabene adalah orang penting di seantero daratan Tepus…??> hegh...


Mbuh gimana yo?? Yang jelas saya ingin menuliskan semua ceritaku selama KKN, ra peduli  jika menggunakan bahasa yang acakadut, karena saya sendiri merupakan orang yang acakadut…khe khe






Jumat, 30 Juli 2010

Langit Merah - 2

Langit merah Jakarta itu masih sama ketika aku melihatnya kemarin
Merah menyala, hingga cahaya bintang tak mampu menembus pupil mataku

Sayang…
Tahukah engkau? Betapa hilangnya aku berada di sana?
Aku takut! Aku hilang! Tolong!!
Jika kau berada dekat tempatku disini, datanglah padaku
Tunjukkan jalan pulang untukku, itu saja…
Agar aku dapat kembali hidup dalam ketenangan…
Apa kau tidak mendengarku, sayang?
Apa kau tidak lagi dapat melihatku?
Oh, petaka!

Tapi sepertinya…
Aku masih menyimpan impian yang pernah kau berikan itu…
Ah, mungkin bisa kugunakan untuk menunjukkan dimana aku berada…
Dan… ini berhasil!

Tetapi…
Kini ada sesuatu yang membuatku ragu, bingung dan takut!
Aku melihat retak kecil pada impian itu!
Semakin lama, retak itu semakin besar
Aku coba untuk merekatkannya kembali dengan asa tentangmu

Oh… memori tentangmu sudah hampir semuanya kukerahkan
Untuk menyatukan kembali impian yang retak itu…dan sekarang…
IMPIAN ITU PECAH!!! PECAH BERKEPING-KEPING!!!

Ternyata asa itu tak lagi kuat menahan retak itu
Ya sudahlah, kusimpan dulu pecahan-pecahan itu…tetapi…
Pecahan-pecahan itu mulai ringan dalam gengamanku
Isinya lebur dan debunya terbang…
Terkikis perlahan… aku coba melindunginya dengan segala yang ada didekatku…
Tapi ini tak berhasil juga!!!
Aku mulai menangis…
Apa kamu masih mendengarku, sayang?

………….
Aku mulai hancur
Bukan karena impian itu hilang…
Tapi karena sekarang aku menyadari…

bahwa kau sekarang yang menghilang…

Dimana lagi aku harus mencarimu?
Langit merah Jakarta ini tak lagi dapat membuatku berpikir waras…
Segala hal yang berada di depan mataku kini bagaikan mimpi buruk tak berujung
Aku ingin pulang!!! Tak lagi mau berada disini!!!
Aku ingin pulang!!!

Sayang,
Langit ini terlalu indah untuk aku tidak menatapnya…
Tetapi aku kan mati bila terus berada dibawahnya
Langit ini terlalu kuat menyedot auraku
Aku pergi saja…

Sayang…
Masihkah kau berada dibawah  naungan langit merah Jakarta itu?
Maaf, aku tak berada lagi dilangit yang sama dengan kau berada
Aku telah kembali ke tempat dimana aku dapat berbaring
Dibawah langit hitam kelam,
Dimana aku dapat menemukan bintang yang bersinar
Dan menyimpan indahnya
Hingga sang waktu yang menghilangkan keindahan itu
Secara perlahan… 




Yogyakarta 10 Juli, 10.10 p.m

Masa

Terkadang sangat sulit untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan. Seiring berjalannya waktu, maka akan semakin banyak juga  hal yang tak terucap. Seperti halnya sebuah botol yang terbuka mulutnya dan terus-menerus menampung air hujan tanpa menuangkan isinya ketika akhirnya botol itu luber. Bagaikan botol itu, begitulah perasaan manusia ketika mengalami sesuatu dalam hidupnya, ketika ia tak mapu menuturkan apa yang ia rasakan… penat, jengah dan hampa.
Kehidupan itu sebenarnya mudah, tidak terlalu rumit untuk menjalaninya, tetapi ada satu titik dimana kita tak dapat mengatasi sesuatu yang dihadapi, setidaknya sendirian. Menghilangkan kesulitan seperti itu hanya dapat dilakukan secara perlahan, tidak serta-merta dapat selesai seperti yang kita inginkan. Pemecahan yang kadang dapat membawa hasil, tetapi kadang juga membawa bencana… tergantung bagaimana kita melangkah…
Masa yang datang kali ini, adalah masa yang dapat membawa sesuatu yang menyegarkan bagi segenap ruang dalam pikiranku untuk membuka pintu-pintu ilham. Semoga masa ini tidak pernah berakhir, seiring dengan seret jemari dan kucuran semangat yang menggelora.