Jumat, 30 Juli 2010

Langit Merah - 2

Langit merah Jakarta itu masih sama ketika aku melihatnya kemarin
Merah menyala, hingga cahaya bintang tak mampu menembus pupil mataku

Sayang…
Tahukah engkau? Betapa hilangnya aku berada di sana?
Aku takut! Aku hilang! Tolong!!
Jika kau berada dekat tempatku disini, datanglah padaku
Tunjukkan jalan pulang untukku, itu saja…
Agar aku dapat kembali hidup dalam ketenangan…
Apa kau tidak mendengarku, sayang?
Apa kau tidak lagi dapat melihatku?
Oh, petaka!

Tapi sepertinya…
Aku masih menyimpan impian yang pernah kau berikan itu…
Ah, mungkin bisa kugunakan untuk menunjukkan dimana aku berada…
Dan… ini berhasil!

Tetapi…
Kini ada sesuatu yang membuatku ragu, bingung dan takut!
Aku melihat retak kecil pada impian itu!
Semakin lama, retak itu semakin besar
Aku coba untuk merekatkannya kembali dengan asa tentangmu

Oh… memori tentangmu sudah hampir semuanya kukerahkan
Untuk menyatukan kembali impian yang retak itu…dan sekarang…
IMPIAN ITU PECAH!!! PECAH BERKEPING-KEPING!!!

Ternyata asa itu tak lagi kuat menahan retak itu
Ya sudahlah, kusimpan dulu pecahan-pecahan itu…tetapi…
Pecahan-pecahan itu mulai ringan dalam gengamanku
Isinya lebur dan debunya terbang…
Terkikis perlahan… aku coba melindunginya dengan segala yang ada didekatku…
Tapi ini tak berhasil juga!!!
Aku mulai menangis…
Apa kamu masih mendengarku, sayang?

………….
Aku mulai hancur
Bukan karena impian itu hilang…
Tapi karena sekarang aku menyadari…

bahwa kau sekarang yang menghilang…

Dimana lagi aku harus mencarimu?
Langit merah Jakarta ini tak lagi dapat membuatku berpikir waras…
Segala hal yang berada di depan mataku kini bagaikan mimpi buruk tak berujung
Aku ingin pulang!!! Tak lagi mau berada disini!!!
Aku ingin pulang!!!

Sayang,
Langit ini terlalu indah untuk aku tidak menatapnya…
Tetapi aku kan mati bila terus berada dibawahnya
Langit ini terlalu kuat menyedot auraku
Aku pergi saja…

Sayang…
Masihkah kau berada dibawah  naungan langit merah Jakarta itu?
Maaf, aku tak berada lagi dilangit yang sama dengan kau berada
Aku telah kembali ke tempat dimana aku dapat berbaring
Dibawah langit hitam kelam,
Dimana aku dapat menemukan bintang yang bersinar
Dan menyimpan indahnya
Hingga sang waktu yang menghilangkan keindahan itu
Secara perlahan… 




Yogyakarta 10 Juli, 10.10 p.m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar