Kamis, 29 Juli 2010

Langit Merah




Sayang, langit Jakarta merah sekali ya?

Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya…
Malam ini, aku ingin tidur lelap dengan sebuah kebenaran
Tentang sesuatu yang selama ini mengikutiku kemana aku pergi


Sayang…
aku akan menceritakan kepadamu,
Tentang kenyataan yang harus aku terima dengan sangat lapang dada meskipun itu menyakitkan
Kenyataan tentang sesuatu yang satu saat nanti bisa mengajariku tantang apa makna hidup
Kenyataan yang menjadi cermin seperti apa aku saat ini
Dan tentunya kenyataan yang akan membuatku menjadi lebih baik


Sayang…
Mencintai seesuatu yang tidak kita sukai memang sulit,
Tetapi membenci sesuatu yang kita cintai, justru lebih sulit…
Karena hal itu berasal dari dalam hati kita
Usaha yang dilakukan untuk mencintai sesuatu hanya dapat dilakukan oleh diri kita sendiri…
Dan ketika itu akhirnya tidak membuahkan hasil, akan sangat menyakitkan…


Sayang…
Dibawah langit Jakarta yang merah ini, kini aku terbaring…
Melihat luasnya ruang diatas sana dan asa yang berada mengisinya…
Asa yang sepertinya pelan-pelan menipis
Menghilang bagai kabut
Tetapi aku ingin tetap berselimut kabut itu…
Yang akan tetap menghangatkan asa itu hingga mati perlahan…
Dalam mekarnya sang taman hati…

Jakarta, 8 Juli 2010
11.52 p.m.
In memoriam of, Superboy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar